Powered By Blogger

Rabu, 08 Januari 2014

Tugas 8

Testing and Maintenance (Pengujian dan Perbaikan)

Program Testing With Test Data.
Analis berfungsi sebagai penasehat dan koordinator untuk tahap ini. Analis memastikan apakah teknik pengujian yang dilakukan programmer benar dan dapat bekerja untuk operasi-operasi dasar,contohnya dalam menangkap kesalahan. Program akan di uji dengan dua data yaitu dengan yg valid dan tidak valid kemudian output akan diperiksa oleh analis. Jika masih terdapat kesalahan,analis akan mengoreksi dan memberikan arahan kepada programmer apa-apa saja yang harus diperbaiki.

Link Testing With Test Data.
Setelah program melewati pengujian dengan test data,program akan diuji dengan link testing untuk melihat apakah program benar-benar dapat bekerja seperti yang telah direncanakan. Analis akan menciptakan data uji khusus yang mencakup berbagai situasi pengolahan untuk link testing. Pertama apakah sistem dapat menangani transaksi normal,penambahan variasi termasuk memasukkan data yang tidak valid untuk memastikan program dapat mendeteksi kesalahan.

Full Systems Testing With Test Data.
Ketika link testing memuaskan,full systems testing juga harus diuji.Pada tahap ini operator dan end user terlibat aktif dalam pengujian. Sistem pengujian meliputi penegasan standar kualitas untuk kinerja sistem yang mengatur spesifikasi sistem pada awal dibuat. Persetujuan dari personel dalam menentukan tugas dari program,langkah ini mencakup langkah-langkah dari kesalahan, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan, transaksi order yang tepat, downtime dan manual prosedur yang dimengerti.

Full Systems Testing With Live Data.
Setelah full systems testing memuaskan,maka program akan diuji dengan data yang live. Langkah ini mencakup perbandingan keakuratan perbandingan hasil output sistem baru dengan yang lama. Dalam pengujian ini,data live yang digunakan hanya sebagian kecil.

Maintenance.
Maintenance lebih sering digunakan untuk meningkatkan kinerja software yang sudah ada dari pada merespon error,krisis atau kegagalan sistem. User harus berkomunikasi kepada programmer yang akan memaintenance sistemnya agar tidak terjadi masalah ketidakpuasan dari user.

Training (Pelatihan)

Training meliputi siapa yang akan ditraining, orang yang akan melatih user, objektif training, metode training, tempat training dan materi training.
Siapa yang akan di Training (Who To Train).
Semua orang yang memiliki kegunaan utama ataupun pilihan dari sistem. Pastikan untuk memisahkan antara pengguna yang mempunyai keahlian berbeda dan minat dari bekerja.
  1. Orang yang akan Melatih User (People Who Train User).
    Sistem Analis,Vendor,Pelatih eksternal,Pelatih Internal dan User yang lain.
  2. Objektif Training (Training Objectives).
    Berdasarkan pada pekerjaan dari pengguna.
  3. Metode Training (Training Method).
    Berdasarkan pada pekerjaan,latar belakang,personal dan pengalaman dari pengguna.
  4. Tempat Training (Training Sites).
    Berdasarkan pada objektif training, perkiraan biaya dan ketersediaan.
  5. Materi Training (Training Materials).
    Berdasarkan dari keperluan pengguna, operasi manual dan studi kasus.

System Security (Keamanan Sistem)

  1. Physical Security
    Pengamanan fasilitas komputer, peralatannya dan software.
  2. Logical Security
    Pengendalian dari software itu sendiri.
  3. Behavioural Security
    Membangun dan menjalankan prosedur untuk mencegah terjadinya dari penyalahgunaan hardware dan software komputer.

Disaster Recovery (Penanggulangan Bencana)

  1. Buat Tim yang bertanggungjawab dalam penanggulangan krisis (bencana).
  2. Eliminasi poin kegagalan.
  3. Rencana transportasi
  4. Mempunyai replikasi data di tempat yang berbeda.

Conversion (Konversi).

  1. Direct Changeover.
    Sistem lama berhenti sistem yang baru langsung berjalan, membutuhkan tet yang ekstensif, pendekatan konveksi yang beresiko, tidak bisa membandingkan hasil yang sama untuk sistem yang baru dan yang lama.
  2. Paralell Conversion.
    Bekerja dua kali lebih banyak (lembur), dapat mengecek data yang lama dan yang baru.
  3. Gradual Conversion.
    Kombinasi antara paralel dan direct changeover, user terlibat langsung dalam perubahan sistem, butuh waktu untuk perubahan.
  4. Modular Prototype Conversion.
    Mengetest setiap modul, User menjadi familiar sebelum sistem beroperasi
  5. Distributed Conversion.
    Masalah dapat dideteksi dan dicari solusinya, andai satu tempat berhasil tempat yang lain masih memungkinkan terkena masalah, hanya menginstal software di satu tempat.

MEMILIH TEKNIK PERANCANGAN DAN PENDOKUMENTASIAN

Pilih teknik:
  1. Cocok dengan pengadaan dokumentasi
  2. Dimengerti oleh orang lain dalam dokumentasi
  3. Memungkinkan anda untuk kembali bekerja pada sistem setelah anda jauh darinya dalam waktu yang ditentukan
  4. Sesuai dengan ukuran sistem yang sedang anda kerjkan
  5. Memperbolehkan pendekatan rancangan terstuktur jika dipertimbangkan untuk lebih penting daripada faktor lainnya
  6. Memungkinkan untuk dimodifikasi dengan mudah



Daftar Pustaka:
Kendall, Kendall, 2003, Analisis dan Perancangan Sistem Edisi kelima Jilid 2, Jakarta, PT Indeks Kelompok Gramedia

Tugas 7

Soal :
1. Definisikan pengembangan modul.
2. Sebutkan enam pedoman dalam memilih teknik perancangan dan pendokumentasian.

Jawab No.1:
 
Modul Ialah bahan belajar yang di rancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan di kemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu.
Modul dapat dikembangkan dengan berbagai cara antera lain melalui adaptasi,kompilasi,dan menulis sendiri

Jawab No.2:
 
Panduan teknik perancangan dan pendokumentasian:
1. Cocok dengan pengadaan dokumentasi
2. Dimengerti oleh orang lain dalam dokumentasi
3. Memungkinkan anda untuk kembali bekerja pada sistem setelah Anda jauh darinya dalam waktu tertentu
4. Sesuai dengan ukuran sistem yang sedang Anda jalankan
5. Memperbolehkan pendekatan perancangan terstruktur jika dipertimbangkan untuk lebih penting dari pada faktor lainnya.
6. Memungkinkan untuk dimodifikasi dengan mudah

Tugas 9

Soal:
1.Apakah kegunaan KTK?
2.Apakah UML itu?
3.Apakah komponen utama atau elemen primer dari UML?

Jawab  No.1:
Kartu KTK dapat diciptakan secara interaktif dengan sedikit penganalisis yang dapat bekerja bersama-sama untuk mengidentifikasi kelas dalam domain masalah ]. Satu yang disarankan untuk menemukan semua kata benda dan kata kerja dalam pernyataan masalah yang telah diciptakan untuk menentukan masalah. Kata benda biasanya menunjukkan kelas-kelas dalam sistem, dan pertanggungjawaban dapat ditemukan dengna mengenali kata kerja.
Dengan kelompok penganalisis Anda, ilhami untuk identitas semua kelas-kelas yang anda dapat. Ikuti format standar untuk mengilhami, yang mana tidak untuk mencela tanggapan beberapa partisipan pada nilai ini. Ketika semua kelas-kelas telah dikenali, para penganalisis dapat kemudian menyusunnya, membuang yang tidak berguna, dan menulisnya pada kartunya sendiri. Memberikan satu kelas pada setiap orang dlaam kelompok, yang akan memiliknya untuk selama sesi KTK.

Jawab No.2 :
UML itu singkatan dari Unified Modelling Language. Sesuai dengan kata terakhir dari kepanjangannya, UML itu adalah salah satu bentuk language atau bahasa. Menurut pencetusnya, UML di definisikan sebagai bahasa visual untuk menjelaskan, memberikan spesifikasi, merancang, membuat model, dan mendokumentasikan aspek-aspek dari sebuah system.
Karena tergolong bahasa visual, UML lebih mengedepankan penggunaan diagram untuk menggambarkan aspek dari system yang sedang dimodelkan. Memahami UML itu sebagai bahasa visual itu penting, karena penekanan tersebut membedakannya dengan bahasa pemrograman yang lebih dekat ke mesin. Bahasa visual lebih dekat ke mental model pikiran kita, sehingga pemodelan menggunakan bahasa visual bisa lebih mudah dan lebih cepat dipahami dibandingkan apabila dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman.
Sebenernya hampir semua disiplin ilmu memiliki notasi, cara, atau bahasa dalam memodelkan problem dengan notasi diagram yang visual. Ambil contoh dibidang elektro, untuk menggambarkan sebuah system radio, insinyur-insinyur menggunakan diagram sirkuit kelistrikan yang sudah didefinisikan dengan jelas. Dengan diagram sirkuit ini, insinyur elektro bisa mengkomunikasikan komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam sebuah system radio kepada insinyur elektro yang lain atau kepada teknisi.
UML adalah salah satu bentuk notasi atau bahasa yang sama yang digunakan oleh professional dibidang software untuk menggambarkan atau memodelkan sebuah system software. Sebelumnya ada banyak notasi atau bahasa lain untuk mencapai keperluan yang sama misalnya DFD (Data Flow Diagram) dan Booch Diagram. Tetapi sejak matang dan populernya teknologi pemrograman, perancangan, dan analisis berorientasi object, UML telah menjadi de facto standard language.
Apa saja yang bisa digambarkan / dimodelkan oleh UML? Sesuai dengan kata pertama dari kepanjangannya, UML mencoba untuk mendeskripsikan pemodelan sebuah system dari segala aspek: pemodelan struktur (aspek statis), pemodelan perilaku (aspek dinamis), dan pemodelan arsitektur. Gambar berikut menunjukan taksonomi pendiagraman UML.
Secara detail UML tidak akan dibahas dalam posting ini, tetapi kita akan banyak menggunakannya dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya. Jadi sambil melakukan pemodelan, dijelaskan juga dengan notasi UML yang cocok dengan konteks pemodelan yang dilakukan.

Jawab No.3 :



Daftar Pustaka:
KendallKendall, 2003, Analisis dan Perancangan Sistem Edisi kelima Jilid 2, Jakarta, PT Indeks Kelompok Gramedia

Senin, 16 September 2013

1.Sebutkan Dan Jelaskan 6 Tujuan Sistem OutPut?
  1. Untuk melengkapi sebuah sistem di komputer
  1. Untuk memberikan informasi atau data yang di hasil kan oleh output dari sistem komputer tersebut.
  1. Untuk mempermuda user dalam melakukan pekerjaan
  1. Untuk menjalan kan Proses - proses komputer. 


2. Bandingkan Internal Output Dan External Output
       Output yang hanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu atau pihak manajemen saja. Output ini digunakan untuk mendukung kegiatan manajemen seperti dalam hal pengambilan sebuah keputusan. Output internal akan tetap berada dalam organisasi atau akan dimusnahkan apabila tidak digunakan lagi.
      Sedangkan output eksternal adalah output yang dapat diketahui atau disebarkan kepada kalangan luas.


6.


List the eight general guidelines for proper coding.


1.      Menjaga kode yang ringkas
Kode seharusnya diringkas, kode yang terlalu panjang berarti banyak tombol dan akibatnya banyak kesalahan. Kode panjang juga berarti bahwa penyimpanan informasi dalam basis data akan memerlukan banyak memori. Kode singkat lebih mudah untuk diingat dan lebih mudah untuk dimasukkan daripada kode panjang dan jika kode harus panjang seharusnya dipecah ke dalam sub kode. Untuk contoh, 5678923453127 dapat di pecah dengan tanda penghubung sebagai berikut : 5678-923-453-127. Pendekatan ini lebih mudah diatur dan memberikan keuntungan cara orang mengetahui proses informasi.

2.      Menjaga kode tidak berubah
Kesatabilan berarti bahwa identifikasi kode untuk pelanggan seharusnya tidak berubah setiap kali data diterima. Saat ini, kita mencontohkan suatu kode derivasi abjad untuk suatu daftar pelanggan majalah. Tanggal waktu berakhir bukan bagian dari kode identifikasi pelanggan karena biasanya mengubah. Jangan mengubah singkatan kode didalam system mnemonic. Suatu waktu anda mempunyai pilihan singkatan kode, jangan mencoba untuk memperbaikinya, karena itu membuatnya sangat sulit bagi bagian masukan data untuk mengadaptasi.

3.      Memastikan bahwa kode adalah unik
Bagi kode supaya bekerja, harus unik perhatikan bahwa semua kode yang digunakan dalam system dan memastikan bahwa anda tidak menggunakan nomor atau nama kode sama untuk item-item yang sama. Nomor dan nama kode merupakan bagian yang sangat penting dari masukan dalam kamus data.

4.      Membiarkan kode dapat diurut
Jika anda akan memanipulasi data dengan bermanfaat, kode harus dapat diurut. Untuk contoh, jika anda menjalankan teks cari pada bulan-bulan dalam setahun di dalam pesanan yang meningkat, “J” bulan akan keluar dari pesanan (Januari, Juli dan selanjutnya Juni). Kamus dipilih dalam cara ini, satu huruf pada suatu waktu dari kanan ke kiri. Sehingga, jika anda memilah MMMDDYYYY dimana menempatkan MMM untuk singkatan bulan, DD untuk hari, dan YYYY untuk tahun.
5.      Menghindari kode yang buat kekacauan
Mencoba untuk menghindari penggunaan karakteristik kode yang terlihat atau terdengan serupa. Karakter O(huruf oh) dan 0(angka nol) sering kacau, seperti huruf I dan angka 1 dan huruf Z dan angka 2. Oleh karena itu, kode sperti BIC dan 280Z adalah tidak memuaskan. Satu contoh dari kode yang buat kekacauan potensial adalah Canadian Postal Code, format kode adalah X9X9X9 dimana X ditempatkan untuk huruf dan 9 untuk angka.

6.      Menjaga kode yang seragam
Kode perlu untuk mengikuti bentuk banyak format sepanjang waktu. Kode yang digunakan bersama, seperti BUF-234 dan KU-3456, adalah kurang baik karena yang pertama terdiri dari tigas huruf dan  tiga angka, sedangkan yang kedua hanya mempunyai dua huruf diikuti oleh empat angka. Pada saat anda memerlukan tambahan tanggal, cobalah untuk menghindari penggunaan kode MMDDYYYY dalam satu aplikasi, kedua YYYYDDMM, dan ketiga MMDDYYYY.

7.      Membolehkan modifikasi kode
Pencocokan adalah suatu kunci utama dari kode yang baik. Para penganalisis harus mempertimbangkan bahwa system akan berkembang dengan waktu, dan system pengkodean seharusnya mampu mencakup perubahan. Jumlah pelanggan seharusnya bertambah, pelanggan akan mengganti nama, dan supplier akan memodifikasi cara mereka menamakan produknya. Seorang penganalisis perlu untuk bias meramalkan perkiraan dan antisipasi menjangkau jauh kebutuhan masa depan saat merancang kode.

8.      Membuat kode yang bermakna
Kalau penganalisis ingin menyembunyikan informasi, kode tetap berarti. Kode yang efektif tidak hanya berisi informasi, tetapi juga membuat pengertian kepada masyarakat penggunanya. Kode yang berarti lebih mudah dimengerti, bekerja dengannya, dan dipanggil. Pekerjaan masukan data menjadi lebih menarik saat bekerja dengan kode yang berarti daripada hanya memasukkan rangkaian angka-angka kurang berarti.

List six data entry methods.
1.      Papan ketik
Papan ketik merupakan metode palingt tua masukan data, dan tentunya adalah alat yang sangat akrab dengan anggota organisasi. Beberapa perbaikan telah dibuat beberapa tahun akhir ini untuk standarisasi papan ketik, seperti menambah numeric keypad yang dapat deprogram dengan macros untuk mengurangi jumlah keystroke yang diperlukan dan penemuan yang baik(satu dibentuk untuk bentuk tangan). Perangkat lunak mengizinkan pencarian kembali untuk menganalisis berapa banyak keystroke diperlukan untuk memasukan jenis data tertentu.

2.      Optical character recognition
Optical character recognition membiarkan pengguna membaca masukan dari dokumen sumber dengan optical scanner lebih baik daripada media magnetic yang kita telah bicarakan dulu. Penggunaan alat OCR dapat mempercepat masukan data dari 50 hingga 75 persen dari beberapa metode dasar lainnya. Apa yang diperlukan adalah dokumen sumber yang dapat di scan secara optic saat itu diisikan, baik menggunakan special block printing maupun tulisan tangan.

3.      Metode tinta magnetic
Karakter tinta magnetic dijumpai dibawah cek bank dan beberapa tagihan kartu kredit. Metode ini  sama dengan OCR dalam membaca karakter khusus, tetapi penggunaannya terbatas. Masukan data melalui pengenalan karakter tinta magnetic (MICR) dikerjakan melalui mesin yang membaca dan menginterpretasi garis tunggal material yang disandikan dengan tinta yang dibuat dari partikel magnetic. Beberapa keuntungan menggunakan MICR yaitu : 1.MICR metode andal dan berkecepatan tinggi yang tidak mudah menerima tanda salah (karena mereka tidak disandikan secara mangnetik). 2.Jika dia digunakan pada pengambilan uang melalui cek, dia menyediakan tingkat kemanan terhadap cek yang tidak beres. 3.Personel masukan data dapat melihat nomor kode jika dia perlu memeriksanya.

4.      Metode mark-sense
Formulir mark-sense memperbolehkan masukan data melalui penggunaan scanner yang merasakn dimana tanda telah dibuat dengan oencil timah pada formulir khusus. Pemekaian yang umumnya adalah menghitung lembar jawaban untuk kuesioner survey. Kekurangan dari mak-sense dimana seharusnya pembaca dapat menentukan apakah tanda telah dibuat tidak dapat mengenali tanda sama yang dikerjakan oleh pembaca karakter optikal. Tanda yang tidak jelas pada formulir kemudian dimasukan sebagai tanda yang salah.

5.      Bar kode
Bar kode secara khusus tampak [ada label produk, tetapi juga muncul pada gelang identifikasi pasien dalam rumah sakit dan dalam konteks dimana seseorang atau objek perlu diuji kedalam atau keluar dari beberapa macam system inventaris. Bar kode dapat dipikirkan sebagai metacode atau kode yang menyandikan kode, karena muncul sebagai seri pita sempit dan lebar pada label yang menyandikan angka atau huruf. Pengkodean bar memberikan derajat keakuratan yang luar biasa tingginya untuk masukan data. Dia menyimpan biaya tenaga kerja untuk penjualan karena setiap  item tidak harus ditandai harg secara sendiri-sendiri. Sebagai tambahan, pengkodean bar memperbolehkan penagkapan data secara otomatis yang dapat dipakai untuk memesan lagi, pemeriksaan inventarisasi lebih akurat, dan meramalkan kebutuhan masa depan.

6.      Menggunakan terminal cerdas
Terminal cerdas dapat diingat selangkah diatas terminal bodoh dan selangkah dibawah worksatation cerdas dan mikrokomputer portable didalam kemampuannya dalam beberapa hal, terminal cerdas mengeliminasi keperluan akan dokumen sumber. Keuntungan terbesar pemakain terminal cerdas adalah melalui penggunaan pengolahan mikro, mereka dapat meringankan beberapa beban central prosesing unit (CPU) yaitu pengeditan, pengendalian, pengalihan, dan penyimpanan data, memproses keperluan terminal bodoh.